Catching Fire

Jumat, 19 April 2013

Contoh Proposal Penulisan Ilmiah D3

PENDAHULUAN
1.        Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan negara yang kaya akan daerah pariwisata. Namun sayangnya pengelolaan pariwisata tersebut masih kurang optimal. Para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, cenderung hanya mengetahui daerah-daerah pariwisata terkenal saja di Indonesia, seperti Bali dan Yogyakarta. Padahal masih banyak daerah lain yang memiliki daya tarik wisata namun belum mendapatkan perhatian yang mendalam dan serius dari pemerintah daerahnya.
Yang paling banyak menarik perhatian turis luar adalah dari segi keindahan alam yang merupakan andalan negara indonesia di bidang pariwisata. Banyak daerah-daerah di Indonesia yang menawarkan keindahan alamnya. Diantaranya Kabupaten Bogor yang memiliki banyak potensi pariwisata.
Letak geografis Bogor yang berbatasan langsung dengan ibukota negara Indonesia, DKI Jakarta, menjadikan Bogor memiliki potensi yang strategis bagi pengembangan pariwisata. Selain merupakan pintu gerbang utama Indonesia, DKI Jakarta juga merupakan sumber pasar wisatawan. Disamping itu, keragaman daya tarik wisata yang dimiliki kabupaten Bogor memberikan alternatif pilihan berwisata yang lebih bervariasi bagi wisatawan.
Ada banyak potensi pariwisata di Bogor diantaranya wisata alam,wisata gunung,dan wisata belanja. Potensi pertanian, termasuk didalamnya tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan, dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata agro di Bogor sangat besar. Saat ini, beberapa potensi pertanian sudah dikembangkan ke arah wisata agro.
Akhir-akhir ini kita melihat betapa rapuhnya struktur perekonomian kita. Kekuatan ekonomi kita sangat dipengaruhi oleh hasil devisa yang dihasilkan oleh minyak dan gas. Pada masa yang akan datang kelihatannya minyak bumi dan gas alam tidak lagi merupakan komoditi prospektif. Semakin hilangnya sumber minyak  di Indonesia sangat mengganggu anggaran pembangunan Indonesia. Oleh karena itu perlu dicarikan komoditi pengganti untuk mendapatkan devisa negara. Di samping komoditi ekspor non migas lainnya, salah satu komodi pengganti yang paling prospektif adalah sektor pariwisata yang dianggap cukup potensial pada masa yang akan datang.
Wisatawan dalam negeri merupakan penggerak utama dari perekonomian nasional. Jumlah wisatawan nusantara (wisnus) pada tahun 2000 adalah sebesar 134 juta dengan pengeluaran sebesar Rp. 7,7 triliun. Jumlah ini akan makin meningkat dengan adanya kemudahan untuk mengakses suatu daerah. Atas dasar angka tersebut maka patutlah apabila pariwisata dikategorikan sebagai komoditi yang paling prospektif  untuk masa yang akan datang. Maka dengan semakin meningkatnya gejolak pariwisata nasional akan berimbas pula pada pendapatan devisa negara.
Jumlah wisatawan yang makin meningkat harus diikuti dengan strategi pengembangan produk pariwisata maupun promosi yang memadai, baik disisi pemerintah maupun swasta. Atas dasar itu pula, sangat dibutuhkan media penyalur informasi kepada wisatawan tentang penjelasan budaya, sejarah serta daya tarik dan keunggulan yang dimiliki suatu daerah tujuan wisata. Oleh sebab itu, untuk melayani kebutuhan informasi di era Teknologi Informasi seperti sekarang ini, sudah seharusnya informasi mengenai daerah pariwisata dikelola dan dipublikasikan melalui internet.
Internet tidak semata-mata hanya merupakan temuan teknologi belaka, tetapi juga merupakan guru untuk mendidik manusia menemukan berbagai informasi (termasuk informasi pariwisata) yang diinginkannya, sehingga membuat hidup jauh lebih mudah ( to make life much easier) . Wisatawan kini tidak sabar menunggu informasi yang biasanya diberikan melalui biro jasa perjalanan ataupun organisasi lainnya. Mereka lebih senang mencari sendiri apa yang ada di benaknya sehingga mampu meyakinkan bahwa produk yang dipilihnya adalah yang terbaik.
Mengapa hal ini menjadi sangat penting di industri pariwisata ? Hal ini karena produk ataupun jasa yang diinginkan di sektor pariwisata tidak muncul ataupun “ exist ” pada saat transaksi berlangsung. Pada saat perjalanan wisata dibeli pada umumnya hanyalah membeli informasi yang berada di komputer melalui reservation system nya. Yang dibeli oleh wisatawan hanyalah “hak” untuk suatu produk, jasa penerbangan ataupun hotel. Berbeda dengan komoditas lainnya seperti TV ataupun kamera, wisata tidak dapat memberikan sample sebelum keputusan untuk membeli dilakukan, it cannot be sampled before the traveler arrives . Keputusan untuk membeli pun kebanyakan berasal dari rekomendasi dari relasi, brosur, atau iklan diberbagai media cetak. Jadi sesungguhnya bisnis pariwisata adalah bisnis kepercayaan atau trust .
Dengan adanya internet, informasi yang dibutuhkan untuk suatu perjalanan wisata tersedia terutama dalam bentuk World Wide Web atau Web. Konsumen sekarang dapat langsung berhubungan dengan sumber informasi tanpa melalui perantara. Dan saat ini dikenal new-truth para marketers pariwisata yakni
if you are not online, then you are not on-sale. If your destination is not on the Web then it may well be ignored by the millions of people who now have access to the internet and who expect that every destination will have a comprehensive presence on the Web. The Web is the new destination marketing battleground and if you are not in there fighting then you cannot expect to win the battle for tourist dollars
Haruslah diyakini bahwa Web adalah saluran ideal dan alat yang ampuh untuk mempromosikan daerah tujuan wisata, dengan biaya yang sangat murah. Namun dalam berkompetisi ini yang harus diperhatikan, karena merupakan senjata utama kita, adalah kualitas dari informasi itu sendiri. Karena wisatawan akan mendasarkan keputusannya untuk mengunjungi suatu DTW atau obyek wisata hanya kepada berbagai informasi yang tersedia untuk mereka di Web. Sekali mereka mendapat informasi yang keliru maka keunggulan teknologi ini akan menjadi tidak ada gunanya.
Minimnya informasi kepariwisataan di Indonesia yang bisa diakses online dan terintegrasi membuat potensi pariwisata di Indonesia kurang begitu dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Pada kesempatan ini, Penulis ingin memanfaatkan media internet untuk merancang sebuah situs yang dapat dimanfaatkan sebagai media promosi sekaligus informasi obyek wisata khususnya yang terdapat di Kabupaten Bogor.
 Bertitik tolak dari permasalahan di atas penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang permasalahan yang terjadi dan dituangkan dalam bentuk Penulisan Ilmiah dengan judul “PEMBUATAN WEBSITE INFORMASI PARIWISATA BOGOR SECARA ONLINE MENGGUNAKAN JOOMLA”.
2.        Batasan Masalah
Melihat luas serta kompleksnya permasalahan maka pada penulisan ilmiah ini Penulis akan membatasi masalah pada pembuatan website informasi wisata online serta proses penyampaian informasi wisata tersebut..
3.        Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adalah:
  1. Mempermudah sesorang untuk mengetahui bagaimana cara membangun website dengan menggunakan Joomla.
  2. Untuk meningkatkan kemampuan Penulis dalam pembuatan website dan pengembangannya di internet.
  3. Mempermudah pengaksesan informasi wisata kepada masyarakat atau wisatawan mengenai obyek wisata di Bogor.
4.        Metode Penelitian
Metode yang dilakukan dalam pembuatan penulisan ini mengambil referensi dari buku-buku, internet, serta mrdia informasi lainnya yang memiliki keterkaitan dengan pembahasan penuisan ilmiah ini. Lalu mengimplementasikan data-data tersebut kedalam pembuatan website.
5.        Sistematika Penulisan
Penulisan ilmiah ini terbagi kedalam beberapa bab, dan tiap-tiap bab terdiri dari beberapa sub bab. Secara garis besar, pembahasan penulisan ilmiah ini disajikan sebagai berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab ini Penulis menjelaskan tentang latar belakang masalah yang mendasari pembuatan penulisan, lalu disertai batasan – batasan masalah penulisan, tujuan penulisan, metode penulisan, serta sistematika penulisannya.
BAB 2 LANDASAN TEORI
            Pada bab ini Penulis menjelaskan sejarah internet, aplikasi – aplikasi pendukung dan teori yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini.
BAB 3 ANALISA DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini Penulis menjelaskan tentang inti dari bahasan penulisan ilmiah ini. Penulis menjelaskan tahap demi tahap proses pembuatan wbsite.
BAB 4 PENUTUP
Bab ini berisi penjelasan Penulis mengenai penutup yang mengarah pada pemberian kesimpulan dan saran untuk pengembangan selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar