Catching Fire

Jumat, 01 Maret 2013

Dampak Dari Onani Bagi remaja

99% remaja laki-laki di dunia ini pada umumnya pasti sudah pernah melakukan masturbasi / onani, biasanya dilakukan antara umur 17 s.d 20 tahun. Banyak pandangan yang mengungkapkan 'kebiasaan' ini normal, dan tak jarang yang mengatakan ini tidak baik.

Jika dilihat dari sisi seksologi, hal ini adalah 'biasa' karena dorongan hormon testosteron sedang aktifnya pada umur 17 s.d 20 tahun. Jika dilihat dari sisi norma manusia dan agama, sudah pasti dilarang. Jadi, mana yang benar?
Saya akan mengajak anda untuk menelaah lebih jauh kebaikan dan keburukan dari masturbasi / onani bagi para remaja laki-laki.

Keuntungan:
--> Agar tidak 'kaget' pada MP / Malam Pengantin / Malam Pertama.
--> (Katanya) Mr. P bisa besar, panjang, dan kuat. (ini tidak benar)
--> Mencegah kanker prostat. (mungkin ya, mungkin tidak)

Keburukan:
(secara fisik)
--> Berpotensi terhadap ejakulasi dini kelak jika melakukan hubungan seksual dengan istri.
--> Resiko terserang kanker prostat di usia senja makin besar.

--> Kemungkinan Mr. P dan Testis 'cepat rusak'.
--> Konsentrasi susah / sulit fokus.
--> Tidur tidak nyenyak / insomnia.
--> Jantung berdebar terus menerus.
--> Paru-paru bekerja tidak optimal / nafasnya cepat.
--> Kepala sering pusing.

(secara mental)

--> Perasaan bersalah setelah masturbasi / onani.
--> Pada beberapa kasus, banyak anak muda yang kecelakaan ketika beraktifitas / bekerja akibat tidak fokus / konsentrasi.
--> Jadi sering melamun.
--> Berpotensi terserang penyakit psikologi yang bernama 'Bipolar Disorder' (Gangguan Bipolar), jika terserang penyakit ini akan sulit disembuhkan, obatnya adalah kekuatan iman. Hasil dari penyakit ini jika makin parah akan menjadi sex maniac / seks maniak.
--> Jika sudah terbiasa masturbasi / onani, maka ketika ditahan untuk tidak melakukannya, sang sperma akan keluar dengan sendirinya (ini kasus paling kronis). Karena ini adalah hasil dari perintah otak yang tidak dapat 'menahannya'.
--> Mudah marah, pelampiasannya adalah masturbasi.
Bagaimana? Kaget? Bingung? Memang fakta-fakta di atas adalah benar adanya. Jadi, cegahlah sejak dini. Lalu, bagaimana cara mencegahnya?
Ini caranya:
--> Rajin beribadah / mendekatkan diri ke agama dan hal-hal yang dianjurkan agama.
--> Lakukan kegiatan positif seperti main game / gaming, baca buku, nonton TV / Bioskop / DVD, Browsing dsj.
--> Hindari pikiran, ucapan, dan perbuatan yang berjenis pornografi / pornoaksi.
--> Cari pergaulan/teman yang positif / membangun diri kita.
--> Jangan nonton / download / lihat hal-hal yang menjurus ke arah pornografi / pornoaksi dalam bentuk apapun.
--> Jika punya 'koleksi' di komputer, rak, dan tempat-tempat 'rahasia' lain. Binasakan semuanya sedini mungkin.
--> Dengarlah lagu-lagu yang 'ear-friendly'. Jangan mendengar lagu-lagu dugem. Bisa memunculkan pikiran negatif.
--> Kendalikan dirimu sendiri.
--> Jika teman/relasi/keluarga mengajak beraktifitas / jalan-jalan, usahakan ikut berpartisipasi, jika anda sering berada di rumah / kamar sendirian, makin besar potensi anda untuk masturbasi / onani.
--> Jangan melamun.

Tambahan Info :
Masturbasi yang berlebihan apalagi hingga tahap kompulsif (terus dilakukan berulang-ulang tanpa bisa menghentikannya) dapat mengganggu keseimbangan fisik dan psikis. Biasanya orang yang melakukan masturbasi juga ketagihan pornografi (baca juga kecanduan pornografi).
Menurut pakar seksual, masturbasi yang berlebihan dapat merangsang fungsi saraf parasimpatik sehingga menghasilkan asetilkolin. Rangsangan berlebihan ini dapat memicu dihasilkannya hormon sex lebih banyak dan neurotransmiter seperti asetilkolin, dopamine dan serotonin yang menyebabkan perubahan kimia tubuh.
Efek samping dari perubahan kimia tubuh menimbulkan kelelahan, kerontokan rambut, kehilangan daya ingat. penglihatan kabur serta sakit pada testis. Masturbasi berlebihan menekan fungsi sistem saraf dan hati, yang akan menimbulkan kelelahan secara seksual (terutama pada para laki-laki muda). Hal ini termasuk terjadinya disfungsi ereksi atau impotensi pada pria sebelum usia matang mereka menjelang. Kebocoran air mani, keluarnya sperma dari penis tanpa ereksi, digambarkan sebagai masalah umum lain yang dihubungkan dengan masturbasi berlebihan. Ini menjadi pertanda bahwa saraf yang mengontrol katup ejakulasi melemah sebab terlalu sering digunakan dan mendapat rangsang berlebihan. Hal ekstrim yang lain jika dihubungkan dengan masalah fisik, keinginan berlebihan melakukan masturbasi menyulitkan hubungan Anda dengan pekerjaan dan keluarga, seperti halnya kecanduan alkohol atau judi. Pokoknya asyik dengan diri sendiri dan abai dengan dunia sekelilingnya. Bagaimana cara menghentikan masturbasi? Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengurangi frekuensinya. bagi sebagian orang, ini adalah hal sulit dilakukan. Tapi bukan hal tidak mungkin jika ada tekad kuat kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar