Catching Fire

Minggu, 06 April 2014

Sejarah Peradaban Romawi

Peradaban Romawi di bedakan menjadi tiga zaman, yaitu:
1. Zaman Kerajaan
Pemerintahan dipegang oleh seorang raja yang mempunyai kekuasaan absolut. Raja merangkap sebagai panglima perang, hakim tertinggi, dan kepala agama. Raja bersama-sama senat membentuk undang-undang. Senat beranggotakan 300 orang yang terdiri atas kaum bangsawan dan rakyat biasa.

2. Zaman Republik

Pemerintahan dipegang oleh seorang konsul yang berasal dari golongan bangsawan untuk masa jabatan dua tahun. Ada empat orang anggota dewan yang mempunyai hak veto yang disebut Tribune plebis, kelompok ini dapat membatalkan keputusan. Urusan agama dipegang oleh badan tingkat pusat yang disebut Pontifex maximus.
Republik Roma meluaskan wilayahnya ke seluruh kawasan Italia, Yunani, dan Asia Kecil. Daerah Galia (Prancis) menjadi wilayahnya juga, akan tetapi lautnya masih dikuasai oleh orang-orang Funisia yang berkedudukan di Karthago. Hal ini menimbulkan pertentangan antara Romawi dengan Funisia. Perang pertama terjadi pada tahun 264 – 241 SM, Karthago dapat dikalahkan. Perang kedua terjadi pada tahun 218 – 201 SM. Karthago di bawah pimpinan Hanibal berhasil menduduki Italia Selatan. Tetapi pada tahun 146 SM Karthago dapat dihancurkan pasukan Romawi di bawah pimpinan Scipio Africanus. Dengan demikian, wilayah Romawi sangat luas yang meliputi seluruh daerah di sekitar Laut Tengah, Spanyol, Prancis, Inggris Selatan, Eropa Barat dan Tenggara, Asia Kecil, Timur Tengah, Arab, Mesir, dan Afrika Utara.

3. Zaman Kekaisaran

Perebutan kekuasaan antara senat dengan panglima perang sering terjadi. Pada tahun 44 SM kekuasaan jatuh ke tangan tiga serangkai, yaitu Pompeyus, Crasus, dan Julius Caesar. Mereka terkenal dengan sebutan Triumvirat I. Mereka berhasil mengatasi keadaan, tetapi setelah Julius Caesar terbunuh, muncul lagi kekacauan. Pada tahun 43 SM muncul Triumvirat II, yaitu Anthonius, Lepidus, dan Octavianus. Triumvirat II berhasil merebut kekuasaan. Daerahnya dibagibagi; Anthonius mendapat Asia Kecil dan Mesir, Lepidus mendapat Afrika Utara, dan Octavianus mendapat Yunani hingga Spanyol. Karena saling curiga, timbul perpecahan. Dalam perang saudara ini Octavianus muncul sebagai pemenang. Sejak itu Romawi berubah menjadi kekaisaran.
Selain menjabat sebagai kaisar, Octavianus merangkap sebagai panglima tertinggi dan kepala agama. Ia dianggap sebagai keturunan dewa sehingga diberi gelar Augustus yang artinya yang amat mulia. Kaisar-kaisar penggantinya, yaitu Vespasianus, Handrianus, Anthonius, Markus Aurelius. Pada masa kaisar Konstantinus ibu kota Romawi dipindahkan ke Byzantium yang kemudian disebut Konstantinopel. Untuk menghindari perpecahan pada tahun 395 M, kaisar Theodosius membagi Romawi menjadi dua, yaitu Romawi Barat ibu kotanya di Roma dan Romawi Timur ibu kotanya di Konstantinopel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar