Catching Fire

Selasa, 14 Mei 2013

Kelainan,Sex Dengan Mayat

Pertama, necrophilic homicide, penderitanya harus membunuh terlebih dahulu untuk mendapatkan mayat dan memperoleh kepuasan seksual.

Kedua, regular necrophilia, si penderita hanya menggunakan mayat yang sudah mati untuk memperoleh kesenangan seksual.Ketiga, necrophilic fantasy, si penderita berfantasi berhubungan seks dengan mayat, tetapi tidak melakukannya.



Berdasarkan riset terhadap 122 kasus yang terjadi, sebagian besar penderitanya masuk dalam golongan kedua. Separuh dari mereka bekerja di kamar mayat atau perusahaan pemakaman.Seorang penggali kubur di Italia mengaku bergairah dan melakukan masturbasi setelah menguburkan mayat gadis muda yang cantik. Agar mencapai klimaks ia harus menyentuh mayat si gadis. Kegiatan seksual tak lazim itu dilakukan setelah sepi dan tak ada orang di sekitar kuburan. Dalam pengakuannya, ia mengatakan sudah bercumbu dengan ratusan mayat yang dikuburkannya. Dalam seminggu, ia melakukan aktivitas seks dengan mayat antara 4-5 kali. Ia bahkan pernah mengisap darah dan urin dari mayat anak perempuan yang masih remaja.





Sejarah mencatat hal serupa terjadi di Mesir ribuan tahun lalu. Para suami yang takut mayat istrinya diperlakukan tak senonoh oleh pembalsem, menyimpan mayat istrinya di rumah sampai benar-benar membusuk. Salah satu yang menjadi legenda hingga kini adalah Raja Herod yang membunuh istrinya, kemudian berhubungan seks dengan mayatnya selama lebih dari 7 tahun.





http://asalasah.blogspot.com/2013/04/kelainan-yang-parah-suka-bercumbu.html



Jenis kelamin penderita necrophilia, 90 persen laki-laki dan heteroseksual. Hanya sebagian kecil yang melibatkan kaum gay dan wanita. Salah satunya, kisah seorang wanita yang bertugas membalsem mayat di sebuah perusahaan pemakaman. Selama 4 bulan masa kerjanya ia sudah berhubungan seks dengan banyak mayat lelaki.

Laba-laba Berwajah Manusia

Seekor laba-laba menggegerkan warga Asahan, Sumatra Utara. Laba-laba itu berbentuk cukup aneh: tubuh berwajahkan mirip wajah seorang wanita. Laba-laba itu ditemukan Kiki, seorang anak perempuan warga Benteng Pinggir, Desa Sei Bale, Asahan, Sabtu lalu.

Tubuh laba-laba itu kecil. Kiki menemukan makhluk itu dari balik jilbabnya sepulang dari sekolah. Di bagian tubuhnya terukir berupa dua mata, satu hidung dan satu mulut layaknya wajah manusia. Keanehan itulah yang mengundang banyak warga untuk melihatnya. Dalam dua hari terakhir, rumah Kiki dipenuhi warga dari berbagai daerah.

Ada perilaku aneh si laba-laba. Kadang-kadang hewan ini menutup wajahnya dengan kaki-kakinya atau lari ke balik daun yang dibuat sebagai sarang saat sejumlah orang, termasuk para wartawan mengambil gambar atau menjepretnya dengan kamera.

Saat ini laba-laba dimasukkan di sebuah kotak kecil dan diberi makan nyamuk. Ibunda Kiki, Wartini, menuturkan ia baru mengetahui keanehan si laba-laba setelah putrinya memperlihatkan hewan tersebut ke hadapannya. Wartini juga mengaku dirinya dan Kiki tidak ada firasat ataupun bermimpi sebelumnya.




Wartini tidak berniat menjual ataupun membuang laba-laba aneh ini. Ia akan tetap memeliharanya. Laba-laba berwana putih ini terus dikunjungi warga yang penasaran melihat laba-laba tersebut. Hingga kini belum satu pun pihak terkait, termasuk para pakar serangga, yang datang untuk meneliti ke fenomena dan anehan sang laba-laba.