Dengan teknologi anti-radar, super manuver dan kecanggihan
lainnya, inilah 8 pesawat tempur terbaik di Dunia.
Kedaulatan suatu negara
merupakan harga mati yang wajib di pertahankan. Demi untuk dapat menjaga
kedaulatan suatu negara, maka negara tersebut harus memiliki kekuatan
tempur yang disegani. Kekuatan tempur tersebut terdiri dari berbagai
matra, yaitu matra darat, matra laut dan matra udara. Pada kekuatan
tempur matra udara, suatu negara harus memiliki kekuatan pesawat termpur
yang paling tidak sudah menganut teknologi pesawat tempur generasi 4+,
karena persaingan kekuatan pesawat tempur kini sedang berjalan cepat
menuju ke teknologi generasi 5 bahkan 5+.
Teknologi pesawat tempur generasi 5 kini sudah dimiliki oleh
negara-negara adikuasa, yaitu Amerika, Rusia dan China. Teknologi
pesawat tempur generasi 5 memungkinkan pesawat berkemampuan siluman atau
tidak terdeteksi oleh radar, sehingga pesawat tersebut dapat lebih
unggul dibanding pesawat tempur dengan generasi 4. Lalu, seperti apakah
generasi pesawat tempur saat ini yang termasuk dalam
pesawat tempur terbaik di Dunia ? Berikut datanya seperti yang dilansir oleh Wikipedia.

F-22 Raptor
F-22 Raptor adalah pesawat tempur siluman buatan Amerika Serikat.
Pesawat ini awalnya direncanakan untuk dijadikan pesawat tempur
superioritas udara untuk digunakan menghadapi pesawat tempur Uni Soviet,
tetapi pesawat ini juga dilengkapi peralatan untuk serangan darat,
peperangan elektronik, dan sinyal intelijen.
Lockheed Martin Aeronautics adalah kontraktor utama yang
bertanggungjawab memproduksi sebagian besar badan pesawat, persenjataan,
dan perakitan F-22. Kemudian mitranya, Boeing Integrated Defense
Systems memproduksi sayap, peralatan avionik, dan pelatihan pilot dan
perawatan.
Pesawat tempur modern Barat masa kini sudah memakai fitur-fitur yang
membuat mereka lebih sulit dideteksi di radar dari pesawat sebelumnya,
seperti pemakaian material penyerap radar. Pada F-22, selain pemakaian
material penyerap radar, bentuk dan rupa F-22 juga dirancang khusus, dan
detail lain seperti cantelan pada pesawat dan helm pilot juga sudah
dibuat agar lebih tersembunyi. F-22 juga dirancang untuk mengeluarkan
emisi infra-merah yang lebih sulit untuk dilacak oleh peluru kendali
"pencari panas".
F/A-18 E/F Super Hornet
Boeing F/A-18E/F Super Hornet adalah pesawat tempur militer bermesin
ganda berbasis carrier varian tempur multirole berdasarkan McDonnell
Douglas F/A-18 Hornet. Varian F/A-18E Kursi single dan F/A-18F kursi
tandem yang lebih besar dan lebih menguntungkan dari turunan lanjutan
F/A-18C dan D Hornet.
Sebenarnya sebutan Super Hornet yang masih menggunakan nama "F/A-18"
adalah untuk alasan politik saja (saat itu Kongres tidak bersedia untuk
mensponsori sistem militer baru). Nama sebenarnya adalah F-24A. Namun
nama F-24 tidak bisa diterima berdasarkan pertimbangan politis. Hal yang
sama juga terjadi pada pesawat tempur X 35, yang kemudian diubah
namanya menjadi F-35 Lightning II.
Eurofighter Typhoon
Eurofighter Typhoon adalah sebuah pesawat tempur multi peran sayap
delta dan sayap kanard bermesin ganda super lincah, dirancang dan dibuat
oleh sebuah konsorsium negara-negara Eropa yang dibentuk pada 1983.
Dalam rancangannya pesawat tersebut menyerupai pesawat tempur modern
Eropa lainnya, Dassault Rafale Perancis dan Saab Gripen Swedia. Karena
kombinasi kelincahan, fasilitas stealth dan sistemnya yang modern
pesawat tersebut dipandang luas sebagai pesawat tempur hebat.
Dassault Rafale
Dassault Rafale (dijuluki sebagai Squall dalam Bahasa Inggris) adalah
pesawat tempur serbaguna generasi ke-4.5, bermesin dua, dan bersayap
delta asal Perancis yang dibuat oleh Dassault Aviation. Rafale dirancang
sebagai pesawat yang mampu berpangkalan di daratan dan di kapal induk.
Rafale adalah wujud dari program standardisasi ambisius Militer
Perancis untuk visi 2025-2030, yakni sebagai pengganti lima pesawat yang
bertugas di Angkatan Udara Perancis dan Angkatan Laut Perancis. Rafale
dapat diperlengkapi dengan senjata nuklir. Selain untuk digunakan di
negara asalnya, pesawat ini juga dijual untuk kebutuhan ekspor. Meskipun
beberapa negara menyatakan minatnya untuk memiliki Rafale, namun belum
ada nota resmi pemesanan lintas-negara yang disepakati.
Sukhoi Su-27
Sukhoi Su-27 (kode NATO: Flanker) adalah pesawat tempur yang awalnya
diproduksi oleh Uni Soviet, dan dirancang oleh Biro Desain Sukhoi.
Pesawat ini direncanakan untuk menjadi saingan utama generasi baru
pesawat tempur Amerika Serikat (yaitu F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16
Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet).
Su-27 memiliki jarak jangkau yang jauh, persenjataan yang berat, dan
kelincahan yang tinggi. Pesawat ini sering disebut sebagai hasil
persaingan antara Sukhoi dengan Mikoyan-Gurevich, karena Su-27 dan
MiG-29 berbentuk mirip. namun pandangan Ini adalah keliru, karena Su-27
dirancang sebagai pesawat interseptor dan pesawat tempur superioritas
udara jarak jauh, sedangkan MiG-29 dirancang untuk mengisi peran pesawat
tempur pendukung jarak dekat.
F-15 Eagle
F-15 Eagle adalah pesawat tempur taktis supersonik segala cuaca yang
dirancang untuk menciptakan dan mempertahankan superioritas udara dalam
pertarungan di langit. Pesawat ini dikembangkan untuk Angkatan Udara
Amerika Serikat, dan pertama kali terbang pada Juli 1972. Varian F-15
Eagle yaitu F-15E Strike Eagle merupakan pesawat tempur serang yang
mulai dipakai pada tahun 1989. Angkatan Udara Amerika Serikat berencana
untuk tetap menggunakan F-15 sampai tahun 2025.
McDonnell Douglas dipilih dari rivalnya North American and Fairchild
Republic untuk memproduksi pesawat yang kemudian dikenal dengan F-15
Eagle.
F-16 Fighting Falcon
F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran supersonik yang
dikembangkan oleh General Dynamics (lalu di akuisisi oleh Lockheed
Martin), di Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai
pesawat tempur ringan, dan akhirnya ber-evolusi menjadi pesawat tempur
multi-peran yang sangat populer.
Kemampuan F-16 untuk bisa dipakai di segala macam misi inilah yang
membuatnya sangat sukses di pasar ekspor, dan dipakai oleh 24 negara
selain Amerika Serikat. F-16 merupakan proyek pesawat tempur Barat yang
paling besar dan signifikan, dengan sekitar 4000 F-16 sudah di produksi
sejak 1976.
F-16 dikenal memiliki kemampuan tempur di udara yang sangat baik,
dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas
penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada
kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek
g-force pada pilot. Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama
yang dibuat untu menahan belokan pada percepatan 9g.
Pada tahun 1993, General Dynamics menjual bisnis produksi pesawat
mereka kepada Lockheed Corporation, yang kemudian menjadi bagian dari
Lockheed Martin setelah merger dengan Martin Marietta pada tahun 1995.